Wednesday, February 4, 2009

Aurora


Jakarta, 3 Februari 2009 (12.40 WIB)









Aurora

Cemerlang cahayamu

Mengedor jiwaku

Menghentak alam imajiku

Mengelayut belit rasaku

Menerbit kemelut asaku


Aurora…

Aku ingin pijarmu selalu benderang

Menyinari kegelapanku yang begitu kelam

Memberi harapan yang cemerlang

Memupus hilang kebekuan

Remuk di redam harapan


Aurora...

Tahukah engkau...

Di ujung imajiku, terbetik kemerlap sinarmu

Tahukah engkau...

Di setiap ujung pandangku, terurai indah pesonamu

Tahukah engkau...

Di semua waktuku, ingat itu jua untukmu

Tahukah engkau...

Di semua gelisahku, risau itu hanya padamu

Tahukah engkau...

Di semua ujung senyumku, tersipu malu padamu

Tahukah engkau...

Aku tak begitu kuasa, tanpa cahayamu


Duhai malam...

Sampaikan kerinduan ini

Alamatkan utuh padanya

Walau hanya kilas-kilas gundah

Pun hanya seutas kemayut resah


Duhai malam...

Aku tak begitu kuat melewati malammu kali ini

Entah mengapa...

Larutmu tak mampu melelapkanku

Entah mengapa...

Lelahku tak jua kuasa meredam gulanaku

Rasaku melayang terbang

Mengangkasa, membelah mega awan

Menelisik, merayap harap kejauhan

Menerawang, menembus ruang yang begitu buram


Yaa...Rabb...

Salahkah aku...

Jika aku menggelisahkannya

Salahkah aku...

Jika aku menadah pijarnya

Untuk sekejap saja

Menikmat getar sensasi rasa


Yaa...Rabb...

Engkaulah, daya kekuatan

Aku berserah tak berkuasa

Buat mencapai titah impian

Menyambut pijar benderang

Menyisir rentang-rentang masa

Mendulang gemilang harapan


Yaa...Rabb...

Kuatkan lemah hamba-Mu

Ingatkan khilaf abdi-Mu

Tuk tak lelap menikmat kemerlapnya

Tuk tak lengah menadah rasanya

Tuk tak buta menindak kerlingnya

Sampai masanya kan tiba...


Yaa...Rabb...

Izinkan...Aku

Kelak kan mampu

Merawat gemerlap semayam asanya

Meredup benderang pijar cahayanya

Dalam syahdu naung berkah-Mu


Tuesday, February 3, 2009

Cuuricullum Vitae



Nedi, The Brilliant



Data Pribadi


Nama

: Nedi Yansah, SE

Tempat & Tanggal Lahir

: Gunung Raja Lubai, 2 April 1985

Agama

: Islam

Hobi

: Membaca, menulis, berpetualang, dan futsal

Alamat rumah

: Jl. Panca Usaha Lr. Melati No. 2251 RW.13 RT.50 5 Ulu Darat Seberang

Ulu I Palembang Sumatra Selatan 30254

Nomor telepon

: 081377806698

E-mail

: akhi_nedisef@yahoo.comThis e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

Weblog

: www.thewinnerlife.blogspot.com


Riwayat Pendidikan


1. Formal

  • 2004 - 2008 : Universitas Sriwijaya, Jurusan Manajemen, lulus dengan predikat "Cumlaude"

· 2003-2004 : El Rahma Education Centre Palembang, jurusan Administrasi Komputer, lulus dengan IPK 3,84 (Lulusan terbaik)

  • 2000-2003 : SMK N 2 Palembang (Lulusan terbaik)
  • 1997-2000 : SLTP N 1 Lubai (Lulusan terbaik)
  • 1991-1997 : SD N 199 Gunung Raja Lubai (Lulusan terbaik)

2. Informal

  • 2001 – 2002 : Shailendra Institution Palembang, Kursus Bahasa Inggris
  • 2004 – 2006 : Shandjaya English Course, Kursus Bahasa Inggris
  • 2004 : LPK Anugrah, Program Desain Grafis dan Pemprograman Komputer
  • 2004 : LPK Siap Pakai, Program Mengetik

Pengalaman


1. Pengalaman Organisasi

  • Wakil Sekretaris Jenderal Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM ) Universitas Sriwijaya Tahun 2008
  • Gubernur Mahasiswa BEM FE UNSRI Tahun 2007-2008
  • Kordinator Regional Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Sumbagsel tahun 2006-2007
  • Staf Departemen Kaderisasi dan Kemahasiswaan Masyarakat Ekonomi Syari’ah Sumsel Tahun 2006-Skrg
  • Chairman Islamic Studies of Economic-Forum (ISEF) Tahun 2006-2007
  • Kordinator Bidang Aspiratif dan Kemahasiswaan Ikatan Mahasiswa Manajemen Tahun 2006
  • Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Mahasiswa Unsri (DPMU) Tahun 2005
  • Koordinator Departemen Pusat Data dan Informasi Badan Otonom Ukhuwah Fakultas Ekonomi Unsri Tahun 2005-2006
  • Sekretaris Umum Ikatan Mahasiswa Muslim El Rahma 2003-2004
  • Koordinator Humas Ikatan Remaja Masjid Daruttaqwa 2002-2003

2. Pengalaman Kepanitian

  • Workshop Perbankan Syari’ah Ecossmartpreneur 2008 BEM FE UNSRI Tanggal 20 Februari 2008 sebagai Steering Commitee
  • Tax Goes to Campus 2008 dengan tema “Dari Pajak Untuk Bangsa”, Kerjasama BEM FE UNSRI dan Dirjen Pajak Republik Indonesia, 29-30 Oktober 2007 sebagai steering commitee
  • BEMers Training Centre, Pelatihan Dasar Organisasi, BEM FE UNSRI, 12-13 Mei 2007 sebagai steering committee
  • Studionomia Creativita oleh BEM FE UNSRI, Aula D3 FE UNSRI, 18-19 September 2007
  • Seminar dan Talkshow Ekonomi Syari’ah bekerjasama dengan Bank Sumsel Syari’ah dengan tema Pengoptimalisasian Pengelolaan Keuangan Daerah Melalui Penerapan Sistem Ekonomi Syari’ah di Universitas Sriwijaya Tanggal 29 April 2006 sebagai Project Officer dan moderator
  • Pekan Ekonomi Syari’ah Sriwijaya 2006 (Pesirah Jaya 2006) bekerjasama dengan Bank Sumsel Syari’ah, Karim Bussiness Consulting, Ikatan Ahli Ekonomi Islam dan Bank Indonesia sebagai Steering Comittee
  • Pekan Raya Mahasiswa III BEM Unsri, Auditorium Unsri 26-28 September 2005 sebagai seksi acara

3. Pengalaman Menjadi Pembicara/Trainer/Moderator

  • Seminar Pilkada Walikota Palembang oleh BEM UNSRI, Hotel Swarna Dwipa, 19 Mei 2008 sebagai moderator
  • Sharia Economic Training 2008 oleh Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam, dan Rohani Islami Fakultas Ekonomi Universitas Lampung 3-4 Mei 2008 sebagai trainer
  • Pelatihan Dasar Organisasi Ikatan Mahasiswa Silampari (IKMS) Unsri, 6 April 2008 sebagai trainer
  • Workhop Mahasiswa Beprestasi oleh BEM UNSRI, Lt. 2 Rektorat Unsri, November 2008 sebagai trainer
  • Latihan Dasar Organisasi BEM FMIPA UNSRI dengan tema Menjadi Aktivis Beprestasi, Maret 2008 sebagai trainer
  • Up-Grading Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa Indonesia (HMPSBI) Unsri, Maret 2008 sebagai narasumber
  • BEMers Training dengan tema ”Pelatihan Pemimpin Masa Depan” Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya, 4-5 April 2008 sebagai trainer
  • Orientasi Peserta Didik (Opdik) 2007 Mahasiswa Fakultas Ekonomi Reguler dan Ekstension, September 2008, sebagai narasumber
  • Training Perbankan Syari’ah oleh Islamic Studies of-Economics Forum (ISEF), 24 Februari 2007 sebagai trainer
  • Bedah Visi Rektor bersama Prof. Dr. Badia Perizade, MBA oleh BEM UNSRI, Auditorium Unsri, November 2007 sebagai moderator
  • Seminar Riset Mahasiswa bersama Dr. Rudjito Agus Suwigyo, M.Agr (Pembantu Rektor I) dan Ir. Fuad Rusdy Suwardi M.S (Pembantu Rektor III) tahun 2006, sebagai moderator
  • Talkshow Ekonomi Syari’ah dengan tema ” Pengembangan Ekonomi Syari’ah di Indonesia” oleh ISEF, Aula D3 FE UNSRI, 29 April 2008, sebagai moderator

Training dan Seminar


  • Seminar Nasional Ekonomi Syari’ah dengan tema “Sharia Economic as Solution for Better Civilization” oleh Rohani Islam Fakultas Ekonomi Universitas Lampung, 5 Mei 2008
  • Seminar dan Lokakarya Nasional Manajemen Kepemimpinan Berbasis Kebangsaan dan Nilai-nilai Kearifan Lokal Palembang 28-29 April 2008
  • Seminar Ekonomi Syari’ah dengan tema “Menuju Indonesia Sejahtera Bersama Ekonomi Syari’ah” dalam rangkaian kegiatan Festival Ekonomi Syari’ah 2008 Oleh Bank Indonesia Tanggal 2 Februari 2008
  • Seminar Nasional dengan tema Pengelolaan Sumber Daya Alam Sumsel berbasis Syari’ah menuju Lumbung Pangan dan Energi Nasional Aula Binapraja Tahun 2007
  • Training Dasar Ekonomi Syari’ah (Training I) oleh Islamic Studies of Economics-Forum, 17-18 Maret 2007
  • Seminar Regional dengan tema “Public Expenditure Review: Spending for Depelovment Making the Most of Indonesia’s New Opportunities” oleh Bank Dunia bekerjasama dengan Perpustakaan Unsri, 5 April 2007
  • Dauroh Intelektual Qur’ani, Seminar Ekonomi Syari’ah Universitas Sriwijaya Tanggal 29 September 2007
  • Seminar Nasional Revive of Exclusive Sharia Economics di Universitas Muhamadiya Surakarta Tahun 2006
  • Seminar Nasional dengan tema Sharia Microfinance for Indonesian Economic Depelovment, Temu Ilmiah Nasional FoSSEI, Universitas Jenderal Sudirman Februari 2006
  • Seminar Nasional Ekonomi Syari’ah dan Seminar Karir Sharia Economics Days V (Second V) di Universitas Indonesia Februari 2006
  • Workshop Microfinance Trough BMT Second V, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Tahun 2006
  • National Training For Trainer Ekonomi Syari’ah Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI), Universitas Jendral Sudirman Februari 2006
  • Training Asuransi dan Perbankan Syari’ah Majelis Ulama Indonesia Kota Palembang di Aula Binapraja Pemprov Sumsel 26 Agustus 2006
  • Seminar Perbankan Syari’ah dengan tema The Economic Global Challenge of D3 Perbankan Syari’ah IAIN Raden Fatah Palembang Sabtu 22 Juli 2006
  • Kuliah Umum Ekonomi Syari’ah oleh Islamic Studies of Economics-Forum Universitas Sriwijaya Tanggal 23 September 2006
  • Seminar Regional dan Diskusi Terfokus dengan tema ”Mengurangi Masalah Pasar Kerja Sebagai Pendorong Iklim Investasi” oleh Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia, Padang 8-9 Mei 2006
  • Seminar Ekonomi Syari’ah dengan tema Ekonomi Syari’ah Solusi Mewujudkan Kesejahteraan Umat Oleh Forum Kajian Islam Karyawan PT.Pusri Tahun 2006
  • Seminar Ekonomi Syari’ah dengan tema ”Kajian Praktis Ekonomi Syari’ah Dalam Perekonomian Indonesia” oleh Rohani Islam Fakultas Ekonomi Universitas Lampung, 20 Desember 2005
  • Seminar dengan tema ”Manajemen Up-date di Birokrasi dan Bisnis” oleh Asosiasi Manajemen Indonesia Palembang dan Ikatan Keluarga Alumni Magister Manajemen Unsri, 21 Mei 2005
  • Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) oleh BEM UNSRI, 18-20 Maret 2005

Prestasi


  • Finalis Program The Future Leaders PPM Manajemen Desember 2008
  • Mahasiswa Berprestasi Nasional dalam Program Televisi “Tunas Bangsaku” TV One 2008
  • Mahasiswa Berprestasi (Mapres) Unsri 2007
  • Juara I Lomba Menulis On-Campus Jurnalistik Workshop 2007 Indo Pos dan Sampoerna
  • Juara I I Lomba KaryaTulis Mahasiswa (LKTM) Unsri 2007 Bidang IPS (Tema Ekonomi Syari’ah)
  • Juara I LKTM FE Unsri 2007 (Tema Ekonomi Syari’ah)
  • Juara II LKTM FE Unsri 2006 (Tema Ekonomi Syari’ah)
  • Juara I dan V Lomba Resensi Bahan Seminar Regional dan Diskusi Terfokus oleh Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Tahun 2006 (Kelompok)
  • Juara V LKTM FE Unsri 2005
  • Juara I dan IV Lomba Merensi Laporan Seminar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia di Padang (Tim)
  • Peringkat 8 LKTM Tingkat Wilayah A (Perguruan Tinggi Se-Jakarta, Banten, dan Sumatra), Peringkat ke 3 untuk kategori PTN Se-Sumatra (Tema Ekonomi Syari’ah)
  • Juara III Pidato Bahasa Inggris pada Speech Contest di El Rahma Education Centre Palembang 2004
  • Juara II Lomba Gemar Membaca & Menulis Tk. SLTA/SMK Se-Kota Palembang tahun 2003
  • Juara Umum I di SD, SLTP dan SMK

Keahlian


· Software Komputer

: MS. Office (Word, Excel, Power Point, Access), desain grafis (Page Maker, Photoshop, dan Publisher), Spreadsheet (SPSS), dan Internet

· Bahasa Asing

: Bahasa Inggris

· Softskill

: Kepemimpinan dan manajerial, komunikasi publik, membangun jaringan, dan berpikir kritis

· Konsentrasi Studi

: Manajemen Pemasaran dan Ekonomi Syari’ah, khususnya Bank Syari’ah


Pengalaman Kerja


  • Magang Kerja di Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumsel sebagai Staf Administrasi (2004)
  • Sahabat Muamalat tahun 2008, sebagai pemasar freelance produk Bank Muamalat Indonesia, seperti Shar’e dan KPR Syari’ah. Deskripsi pekerjaan terdiri dari 5 aktivitas utama, yaitu solitasi, evaluasi, approval, offering letter, pengikatan, pencairan, dan monitoring (2006-2008)
  • Cooperative Education di PT. Telkom Kandatel Sumbagsel Divisi Data Internet Value Added Services and Sales (2008)
  • Dosen Luar Biasa di Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya 2008-Skrg untuk mata Kuliah Manajemen Perbankan Syari’ah


Referensi


· Dr. Anis Sagaf, MSCE, Pembantu Rektor III Unsri : 0813-73292129

· Drs. Dian Eka, MM, Pembantu Dekan III FE Unsri : 0812-7860724

Demikian daftar riwayat hidup ini dibuat dengan sebenarnya.

Saturday, January 10, 2009

Don’t Be Sad

By: Sheikh `A’id Al-Qarni gives us this advice in his famous book Don’t Be Sad.



If you are stricken by poverty, others are chained in debt.
If you don’t have shoes, others have no feet.
If you feel pain now, others have been aching for years.
If your son dies, other have lost many.

If you have sinned, then repent.
If you have committed a mistake, correct it.
The doors of repentance are ever open!
The fountain of forgiveness is every rich!
So, don’t be sad!

Let all bygones be bygones!
What is predestined for you, you shall see it!
Being sad will not change anything!
So don’t be sad!

Sadness spoils your life!
Destroys your happiness!
And turns it into wretchedness!
So don’t be sad!


Supplication is your shield!
Prayer is your beacon!
Prostration is your means!
So don’t be sad!


See how vast is the earth!
How nice are the gardens and forests!
How bright are the stars!
All are happy, but you are sad!
So, don’t be sad!


You have sweet water to drink!
Fresh air to breathe!
Feet to walk with!
You sleep safely in your bed!
So, why be sad?


Every cloud has a silver lining!
After long nights, come the bright sun!
Life will soon give you a smile!
So be ready to get it!


And don’t be sad!
Real life is that spent in happiness!
So cross out you sad days from your age!
Peace of mind is the real treasure!
Sorrow avails not!
So don’t be sad!

Pemilu Pematang Pauh: Wanita dan Kepahlawanan



Ketika sedang berada di Malaysia, saya begitu terkesan dengan salah satu peristiwa yang sangat menghangatkan seantaro Negara Malaysia. Media cetak dan elektronik selalu menjadikannya sebagai salah satu headline berita. Berita yang penuh sensasi dan senantiasa saya tunggu ketika saya berada disana. Sensasi yang begitu menarik untuk disimak, karena penuh dengan aksi kepahlawanan dan intrik pecundang. Itu adalah Pemilihan Umum Sela Pematang Pauh. Pemilu sela itu bertujuan untuk memilih senator (Dewan Perwakilan Rakyat) dari salah satu kota di Negara Bagian Penang yang secara sengaja dikosongkan oleh senatornya. Ada tiga calon dan tiga koalisi partai yang ikut berebut kursi disana, yaitu Pakatan Rakyat yang mencalonkan Anwar Ibrahim, Barisan Nasional dengan Arif Omar Shah, dan Mamat dari Partai AKIM. Berdasarkan hasil penghitungan pemilu sela yang dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 2008, Anwar Ibrahimlah yang menjadi pemenangnya.


Pemilu sela menjadi menarik bukan hanya karena nuansa intrik politik yang menyertainya selama proses kampanye.Black campaign bernuansa agama begitu kental. Salah satunya adalah sumpah pocong (Mubahalah) Ahmad Saiful Jamil di detik-detik terakhir kampanye. Saiful merupakan mantan pembantu Anwar Ibrahim. Dia bermubahalah menyatakan bahwa dia benar-benar telah di-liwath (baca: sodomi) oleh Anwar Ibrahim semasa menjadi pembantu Anwar. Terlepas dari motivasi apapun, kesan politis amat kental dengan sumpah tersebut. Terlebih lagi itu dilakukan menjelang pemilu sela Pematang Pauh.


Kesan yang kentara tampak adalah usaha untuk pembunuhan karakter Anwar Ibrahim. Sumpah tersebut lebih tampak sebagai ikhtiar untuk mempengaruhi para pemilih mayoritas Melayu yang beragama Islam agar membenci Anwar. Bahkan lebih jauh, itu terindikasi sebagai ikhtiar untuk memutus karir politik Anwar Ibrahim. Kesan politis itu semakin tampak jelas setelah pengakuan imam masjid yang menjadi saksi sumpah Saiful di detik terakhir pemilu. Imam tersebut menyatakan bahwa sumpah tersebut sangat terasa di rekayasa oleh Wakil Perdana Menteri, Najib Razak. Bahkan lebih jauh, Saiful dan dia sendiri seperti di robotisasi untuk mengikuti skenario sumpah tersebut. Ekspos media terhadap sumpah tersebut semakin menguatkan kesan politisnya.


Pemilu itu menjadi menarik karena menyiratkan makna kepahlawan. Kepahlawanan seorang wanita yang bernama Wan Azizah Wan Ismail untuk memenangkan Sang Suami Tercinta, Anwar Ibrahim untuk menuju kursi Perdana Menteri Malaysia. Wan Azizah Wan Ismail sebelumnya adalah senator dari Pematang Pauh. Tetapi dengan penuh lapang dada berkecamuk kasih yang sangat dia melepas posisi senator Pematang Pauh dan melowongkannya untuk membuka peluang Sang Suami Tercinta, Anwar Ibrahim untuk kembali ke dalam hingar-bingar dunia politik Malaysia. Bahkan lebih jauh skenario itu dimaksudkan untuk membuka jalan bagi Anwar untuk memimpin Malaysia menggantikan Abdullah Ahmad Badawi.


Sebuah pengorbanan wanita yang dilakukan untuk kembali memberi semangat pada Sang Suami untuk kembali percaya diri setelah delapan tahun didepak dari dunia politik. Sebuah pengorbanan untuk menguatkan Sang Suami untuk kembali ke puncak pemerintahan Malaysia setelah ditendang dengan tidak hormat dari posisi wakil perdana menteri delapan tahun lalu. Secercah hasrat cahaya kelapangan untuk sang suami setelah tertekan lama dalam himpitan sesak kosong hotel prodeo. Sebuah ikhtiar kepahlawan seorang istri untuk menguatkan aksi kepahlawanan bagi sang suami. Sebuah pengambaran bahasa hikmah kehidupan yang menjelaskan bahwa dibalik kepahlawanan seorang lelaki besar ada kepahlawan seorang wanita.


Sebuah makna yang menjelaskan bahwa seorang lelaki untuk menjadi besar membutuhkan seorang istri yang yang mampu menguatkannya. Istri yang mampu memberikan energi ekstra. Istri yang senantiasa mendorong dikala lemah, menemani dikala sendiri, dan menenangkan dikala gundah. Seorang istri yang mampu menguatkan secara ruhiyah. Seorang istri yang mampu mencerdaskan secara fikriyah. Seorang istri yang mampu menjaga vitalitas jasmaniah. Seorang istri yang mampu meredam kendali liarnya tingkah polah diri. Seorang istri yang mampu mengingatkan dikala lupa. Seorang istri yang mampu menampung curah deras resah nan gundah diri. Itulah dia sang istri. Insan unik yang didalamnya terdapat energi yang mahadahsyat. Sesosok figur yang didalamnya terkandung luap energi kepahlawanan. Seorang istri yang begitu mampu menggeloran semangat dakwah kita.Seorang istri yang semakin mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.


Kepahlawanan seorang Khadijah yang menguatkan dakwah Sang Nabi, Muhammad SAW, dengan menginfakan lahir dan batinnya untuk dakwah. Begitu pun, para pahlawan besar Islam lainnya tidak terlepas dari energi dorongan tolong rusuk mereka. Umar ibnul Khatab yang begitu tegas kelihatan begitu lemah ketika pulang ke rumah. Kegagahan seorang Hanzhalah didetik terakhir kepergian jihadnya terkuatkan karena spirit dari sang bidadari. Begitu pun era kekinian kita kita begitu terdecak kagum ternyata di balik kesuksesan para pemimpin besar dunia terdapat wanita-wanita besar dibelakangnya. Dibalik seorang Bill Clinton, terdapat kebesaran sang istri, Hillary Clinton. Dibalik pesona liar model kepemimpinan muda Perancis, Nicholaz Zarkozy terdapat energi yang begitu dahsyat dari Sang Model Charla Bruno. Sarkozy kononnya begitu lebih baik setelah menikah dengan Charla. Terlepas dari dua pemimpin terakhir tidak layak disanding dengan Rasulullah dan para sahabat. Hal yang menjadi titik temu adalah dibalik kebesaran kepahlawan seorang lelaki terdapat peran yang kuat dari seorang istri.


Begitu pun Anda para calon pemimpin masa depan. Menemukan istri yang sepadan adalah sebuah kewajiban. Meletakkan tulang rusuk yang tepat adalah sebuah keharusan. Kecermatan dalam memilih menjadi penting. Empat kriteria sebagaimana yang Rasulullah sabdakan sangat relevan untuk dipertimbangkan. Mengutamakan agama menjadi penting atas kriteria lainnya. Karena hanya seorang istri yang agama kuatlah. kriteria yang lainnya akan tertaklukan. Tertaklukan sebagai bentuk cinta terhadap sang suami tercinta. Semoga Anda dan kita semua dapat menemukannya. Allahuakbar…!!!

Saturday, January 3, 2009

HUKUM BEKERJA DI BANK

Sumber : Fatwa Kontemporer Yusuf Qardhawy


Sistem ekonomi dalam Islam ditegakkan pada asas memerangi riba dan menganggapnya sebagai dosa besar yang dapat menghapuskan berkah dari individu dan masyarakat, bahkan dapat mendatangkan bencana di dunia dan di akhirat.

Hal ini telah disinyalir di dalam Al Qur’an dan As Sunnah serta telah disepakati oleh umat. Cukuplah kiranya jika Anda membaca firman Allah Ta’ala berikut ini:


“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.” (Al Baqarah: 276)


“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketabuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu …” (Al Baqarah: 278-279)


Mengenai hal ini Rasulullah saw. bersabda


“Apabila zina dan riba telah merajalela di suatu negeri, berarti mereka telah menyediakan diri mereka untuk disiksa oleh Allah.” (HR Hakim)1


Dalam peraturan dan tuntunannya Islam menyuruh umatnya agar memerangi kemaksiatan. Apabila tidak sanggup, minimal ia harus menahan diri agar perkataan maupun perbuatannya tidak terlibat dalam kemaksiatan itu. Karena itu Islam mengharamkan semua bentuk kerja sama atas dosa dan permusuhan, dan menganggap setiap orang yang membantu kemaksiatan bersekutu dalam dosanya bersama pelakunya, baik pertolongan itu dalam bentuk moril ataupun materiil, perbuatan ataupun perkataan. Dalam sebuah hadits hasan, Rasulullah saw. bersabda mengenai kejahatan pembunuhan:


“Kalau penduduk langit dan penduduk bumi bersekutu dalam membunuh seorang mukmin, niscaya Allah akan membenamkan mereka dalam neraka.” (HR Tirmidzi)


Sedangkan tentang khamar beliau saw. bersabda:


“Allah melaknat khamar, peminumnya, penuangnya, pemerahnya, yang meminta diperahkan, pembawanya, dan yang dibawakannya.” (HR Abu Daud dan Ibnu Majah)


Demikian juga terhadap praktek suap-menyuap:


“Rasulullah saw. melaknat orang yang menyuap, yangmenerima suap, dan yang menjadi perantaranya.” (HR Ibnu Hibban dan Hakim)


Kemudian mengenai riba, Jabir bin Abdillah r.a. meriwayatkan:


“Rasulullah melaknat pemakan riba, yang memberimakan dengan hasil riba, dan dua orangyang menjadi saksinya.” Dan beliau bersabda: “Mereka itu sama.” (HR Muslim)


Ibnu Mas’ud meriwayatkan:


“Rasulullah saw. melaknat orang yang makan riba dan yang memberi makan dari hasil riba, dua orang saksinya, dan penulisnya.” (HR Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi)2


Sementara itu, dalam riwayat lain disebutkan:


“Orang yang makan riba, orang yang memben makan dengan riba, dan dua orang saksinya –jika mereka mengetahui hal itu– maka mereka itu dilaknat lewat lisan Nabi Muhammad saw. hingga han kiamat.” (HR Nasa’i)


Hadits-hadits sahih yang sharih itulah yang menyiksa hati orang-orang Islam yang bekerja di bank-bank atau syirkah (persekutuan) yang aktivitasnya tidak lepas dari tulis-menulis dan bunga riba. Namun perlu diperhatikan bahwa masalah riba ini tidak hanya berkaitan dengan pegawai bank atau penulisnya pada berbagai syirkah, tetapi hal ini sudah menyusup ke dalam sistem ekonomi kita dan semua kegiatan yang berhubungan dengan keuangan, sehingga merupakan bencana umum sebagaimana yang diperingatkan Rasulullah saw.:


“Sungguh akan datang pada manusia suatu masa yang pada waktu itu tidak tersisa seorangpun melainkan akan makan riba; barangsiapa yang tidak memakannya maka ia akan terkena debunya.” (HR Abu Daud dan Ibnu Majah)


Kondisi seperti ini tidak dapat diubah dan diperbaiki hanya dengan melarang seseorang bekerja di bank atau perusahaan yang mempraktekkan riba. Tetapi kerusakan sistem ekonomi yang disebabkan ulah golongan kapitalis ini hanya dapat diubah oleh sikap seluruh bangsa dan masyarakat Islam. Perubahan itu tentu saja harus diusahakan secara bertahap dan perlahan-lahan sehingga tidak menimbulkan guncangan perekonomian yang dapat menimbulkan bencana pada negara dan bangsa. Islam sendiri tidak melarang umatnya untuk melakukan perubahan secara bertahap dalam memecahkan setiap permasalahan yang pelik. Cara ini pernah ditempuh Islam ketika mulai mengharamkan riba, khamar, dan lainnya. Dalam hal ini yang terpenting adalah tekad dan kemauan bersama, apabila tekad itu telah bulat maka jalan pun akan terbuka lebar.


Setiap muslim yang mempunyai kepedulian akan hal ini hendaklah bekerja dengan hatinya, lisannya, dan segenap kemampuannya melalui berbagai wasilah (sarana) yang tepat untuk mengembangkan sistem perekonomian kita sendiri, sehingga sesuai dengan ajaran Islam. Sebagai contoh perbandingan, di dunia ini terdapat beberapa negara yang tidak memberlakukan sistem riba, yaitu mereka yang berpaham sosialis.


Di sisi lain, apabila kita melarang semua muslim bekerja di bank, maka dunia perbankan dan sejenisnya akan dikuasai oleh orang-orang nonmuslim seperti Yahudi dan sebagainya. Pada akhirnya, negara-negara Islam akan dikuasai mereka.


Terlepas dari semua itu, perlu juga diingat bahwa tidak semua pekerjaan yang berhubungan dengan dunia perbankan tergolong riba. Ada diantaranya yang halal dan baik, seperti kegiatan perpialangan, penitipan, dan sebagainya; bahkan sedikit pekerjaan di sana yang termasuk haram. Oleh karena itu, tidak mengapalah seorang muslim menerima pekerjaan tersebut –meskipun hatinya tidak rela– dengan harapan tata perekonomian akan mengalami perubahan menuju kondisi yang diridhai agama dan hatinya. Hanya saja, dalam hal ini hendaklah ia rnelaksanakan tugasnya dengan baik, hendaklah menunaikan kewajiban terhadap dirinya dan Rabb-nya beserta umatnya sambil menantikan pahala atas kebaikan niatnya:


“Sesungguhnya setiap orang memperoleh apa yang ia niatkan.” (HR Bukhari)


Sebelum saya tutup fatwa ini janganlah kita melupakan kebutuhan hidup yang oleh para fuqaha diistilahkan telah mencapai tingkatan darurat. Kondisi inilah yang mengharuskan saudara penanya untuk menerima pekerjaan tersebut sebagai sarana mencari penghidupan dan rezeki, sebagaimana firman Allah SWT:

“… Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al Baqarah: 173}

Catatan kaki:

1 Hakim mengatakan bahwa hadits ini sahih isnadnya. ^
2 Tirmidzi mensahihkannya. Hadits ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Hibban dan Hakim, dan mereka mensahihkannya. ^

Habibie, Bacharuddin Jusuf

Sosok Manusia Multidimensional

Mantan Presiden RI Ketiga, Si Jenius ilmuwan konstruksi pesawat terbang, ini selalu menjadi berita hangat jika menginjakkan kakinya di tanah air, sepulang dari ‘tanah idamannya’ Jerman. Pada masa emas kejayaan dengan segudang jabatan diemban, dialah manusia paling multidimensional di Indonesia. Ia manusia cerdas ajaib yang sempat menghadirkan selaksa harapan kemajuan teknologi demi kejayaan negeri ini.

Sepakterjangnya penuh kontroversi, banyak pengagum namun tak sedikit pula yang tak sependapat dengannya. Setiap kali, peraih penghargaan bergengsi Theodore van Karman Award, itu kembali dari “habitat”-nya Jerman, ia selalu menjadi berita. Betulkah dia ingin berebut kursi RI-1? Apa kendaraan politiknya?

Agak aneh, memang, anak bangsa yang satu ini. Dia hanya setahun kuliah di ITB Bandung, 10 tahun kuliah hingga meraih gelar doktor konstruksi pesawat terbang di Jerman dengan predikat Summa Cum laude. Lalu bekerja di industri pesawat terbang terkemuka MBB Gmbh Jerman, sebelum memenuhi panggilan Presiden Soeharto untuk kembali ke Indonesia.

Di Indonesia dia 20 tahun menjabat Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT, memimpin 10 perusahaan BUMN Industri Strategis, dipilih MPR menjadi Wakil Presiden RI, dan disumpah oleh Ketua Mahkamah Agung menjadi Presiden RI menggantikan “professor” politiknya Soeharto. Soeharto yang tampaknya merasa dikhianatinya menyerahkan jabatan presiden itu kepadanya berdasarkan Pasal 8 UUD 1945. (Tampaknya Habibie diduga sebagai dalang penolakan 14 menteri untuk duduk kembali dalam Kabinet Reformasi Pembangunan yang direncanakan Soeharto, suatu dugaan yang tak pernah diklarifikasi). Spekulasi perihal dugaan pengkhianatan ini makin berkembang tatkala Soeharto tak pernah membuka pintu bagi Habibie sejak dilantik menjadi presiden.

Sampai akhirnya Habibie dipaksa pula lengser akibat refrendum Timor Timur memilih merdeka. Pidato Pertanggungjawabannya ditolak MPR RI. Ia pun kembali menjadi warga negara biasa, kembali pula hijrah bermukim ke Jerman, dan setiap mengunjungi Tanah Air selalu menjadi berita hangat.

Itulah sosok dan kilas balik singkat perjalanan hidup B.J. Habibie, lelaki kelahiran Pare-Pare, 25 Juni 1936 ini. Dia penuh kontroversi dan merupakan sosok manusia paling multidimensional di Indonesia. Begitu banyak kawan-kawannya dan nyaris segitu banyak pula orang yang tak setuju dengan sepakterjang tokoh industri pesawat terbang kelas dunia yang memperoleh berbagai penghargaan, salah satunya paling berkelas adalah Theodhore van Karman Award dari Pemerintah China.

Ketika dia mendirikan ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) dan didaulat menjadi Ketua Umum, misalnya, sebagai antitesa berdiri pula Forum Demokrasi (Fordem) pimpinan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang populis dan egaliter serta inklusif. ICMI, yang dalam perjalanan selanjutnya praktis menjadi kekuatan politik Habibie, oleh Gus Dur dituding sebagai sektarian karena itu kurang bagus untuk masa depan sebuah bangsa yang majemuk seperti Indonesia.

Ketika pada 10 Agustus 1995 dia berhasil menerbangkan pesawat terbang N-250 “Gatotkoco” kelas commuter asli buatan dan desain putra-putra terbaik bangsa yang bergabung dalam PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN, kini menjadi PT Dirgantara Indonesia), dia diserang pelaku ekonomi lain bahwa yang dibutuhkan rakyat Indonesia adalah beras bukan “mainan” pesawat terbang.

Pemikiran ekonomi makro Habibie yang terkenal dengan Habibienomics, dihadirkan oleh lingkarannya sebagai counter pemikiran lain seperti Widjojonomics (yang sesungguhnya merupakan Soehartonomic). Ketika Habibie berhasil membarter (tukarguling) pesawat terbang “Tetuko” CN-235 dengan beras ketan itam Thailand, dia diledekin, pesawat terbangnya hanya sekelas ketan itam dan lebih baik membuat panci saja.

Dan kontroversi paling hangat adalah ketika dia menawarkan opsi otonomi luas atau bebas menentukan nasib sendiri kepada rakyat Timor Timur, satu propinsi termuda Indonesia yang direbut dan dipertahankan dengan susah payah oleh rezim Soeharto. Siapapun dia orangnya tentu ingin bebas merdeka termasuk rakyat Timor Timur, sehingga ketika jajak pendapat dilakukan pilihan terhadap bebas menentukan nasib sendiri (merdeka) unggul mutlak.

Dari sekian puluh mungkin ratusan sepakterjang kontroversialnya, kasus lepasnya Timor Timur agaknya menjadi sesuatu “kesalahan” fatal seorang presiden yang sesungguhnya telah bersumpah dan berkewajiban mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sutau kesalahan yang memang sangat “tabu” untuk dimaafkan. Kesalahan ini mengakibatkan penolakan terhadap pidato pertanggungjawaban Habibie dalam Sidang Umum MPR RI hasil Pemilu 1999, Pemilu terbaik paling demokratis setelah Pemilu tahun 1955. Penolakan ini jelas menciutkan nyali Habibie untuk terus maju sebagai kandidat calon presiden. Maka, jadilah Habibie kembali ke habitatnya di Jerman.

Ketika Habibie menjabat presiden hampir tidak ada hari tanpa demonstrasi. Demonstrasi itu mendesak Habibie merespons tuntutan reformasi dalam berbagai bidang kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti kebebasan pers, kebebasan berpolitik, kebebasan rektrutmen politik, kebebasan berserikat dan mendirikan partai politik, kebebasan berusaha, dan berbagai kebebasan lainnya. Namun kendati Habibie merespon tuntutan reformasi itu, tetap saja pemerintahannya dianggap merupakan kelanjutan Orde Baru. Pemerintahannya yang berusia 518 hari hanya dianggap sebagai pemerintahan transisi.

Teknologi Terbang

Keinginan Habibie mengakselerasi pembangunan sesungguhnya sudah dimulainya di industri pesawat terbang IPTN dengan menjalankan program evolusi empat tahapan alih teknologi yang dipercepat “berawal dari akhir dan berakhir di awal”.

Empat tahapan alih teknologi itu, pertama, memproduksi pesawat terbang berdasarkan lisensi utuh dari industri pesawat terbang lain, hasilnya adalah NC 212 lisensi dari Casa Spanyol. Kedua, memproduksi pesawat terbang secara bersama-sama, hasilnya adalah “Tetuko” CN-235 berkapasitas 30-35 penumpang yang merupakan produksi kerjasama secara equal antara IPTN dengan Casa Spanyol.

Ketiga, mengintegrasikan seluruh teknologi dan sistem konstruksi pesawat terbang yang paling mutakhir yang ada di dunia menjadi sesuatu yang sama sekali didesain baru, hasilnya adalah “Gatotkoco” N-250 berkapasitas 50-60 penumpang yang dikembangkan dengan teknologi fly-by-wire dari Airbus. Keempat, memproduksi pesawat terbang berdasarkan hasil riset kembali dari awal, yang diproyeksikan bernama N-2130 berkapasitas 130 penumpang dengan biaya pengembangan diperkirakan sekitar 2 milyar dolar AS.

Empat tahapan alih teknologi yang dipercepat didefinisikan “bermula dari akhir dan berakhir di awal”, memang sukar dipahami pikiran awam. Habibie dianggap hanyut dengan angan-angan teknologinya yang tidak memenuhi kebutuhan dasar teknologi Indonesia, yang ternyata membuat sepeda saja secara utuh belum sampai.

Pemeritnahan Orde Baru sangat memanjakan program empat tahapan alih teknologi Habibie dengan menempatkan berbagai proyeknya sebagai industri strategis yang menyedot banyak dana. Satu di antaranya, yang paling spektakuler, adalah IPTN, yang sepanjang zaman disubsidi. Sehingga ketika perusahaan ini diposisikan sama seperti BUMN lainnya yang harus mampu membiayai dirinya, perusahaan yang kini bernama PT Dirgantara Indonesia ini pun terancam ambruk dan terpaksa merumahkan dan mem-PHK 6000-an karyawannya.

Lalu, dalam kesempatan deklarasi pendirian Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI), Habibie menyebutkan hancurnya IPTN adalah ulah IMF yang menghambat Pemerintah RI membantu pengembangan pesawat terbang dengan mencantumkan klausal pencabutan subsidi dalam Letter of Intent (LoI).

Nasionalisme Habibie

Istri adalah alasan utama Habibie tinggal di Jerman. Pendamping hidup sekaligus teman suka dan duka yang sudah dikenal sejak anak-anak umur 14 tahun, dr. Hasri Ainun Habibie. Putri keempat H. Mohammad Besari itu disebut terbaring menjalani perawatan di sebuah rumahsakit di Jerman. Habibie ingin untuk selalu harus bisa mendampingi istri, dan harapnya istri juga akan selalu bisa mendampinginya. Menurut tim dokter yang menanganinya, Hasri Ainun belum dibenarkan tinggal atau berkunjung ke daerah tropis karena kelembabannya tinggi. Karena itu, tim dokter merekomendasikan untuk tinggal di Jerman sampai sehat secara tuntas.

Kepergiannya untuk bermukim di jerman dalam jangka lama, mengundang pertanyaan beberapa pihak tentang nasionalisme Habibie. Walaupun sesekali Habibie masih mau berkunjung ke negeri kelahiran, tanah tumpah darahnya Indonesia, dari tanah idamannya Jerman. Namun sikap kontroversialnya tetaplah melekat sebab selalu saja berita kedatangannya menghebohkan. Sampai-sampai, ada yang menduga dia akan kembali ke arena politik di tanah air berebut kursi presiden. Pengagumnya memang banyak, terutama kaum teknolog yang bergabung di ICMI.

Organisasi ini sesungguhnya cukup mapan dan siap menjadi “juru kampanye” Habibie berebut kursi tertinggi, bersama “Makassar Connection” atau SDM (Semua dari Makassar). Keduanya justru terkesan membelenggu sebab Habibie menjadi eksklusif sesuatu yang kurang pas untuk seorang negarawan pemimpin bangsa yang harus pluralistik.

Kendati demikian, kepulangan ke tanah air Habibie agaknya hanya karena dia ingin dikenang sebagai manusia yang baik. ‘"Mungkin saat ini tak disadari. Tapi bisa jadi, berguna satu saat kelak, bila saya sudah tiada nanti," tutur lelaki itu, lirih,’ demikian tulis Liputan6.com. Adalah stasiun TV SCTV ini, dikenal sangat dekat dengan Habibie, yang pada 2 Juli 2002 menyiarkan langsung dari Jerman kesaksian Habibie dalam kasus pelanggaran HAM berat Timtim untuk kebutuhan persidangan di Pengadilan Ad Hoc HAM Jakarta Pusat..

Habibie menyebutkan presiden itu bukan segala-galanya. Walau jenius dengan memperoleh royalti atas delapan hak paten hasil temuannya sebagai ilmuwan konstruksi pesawat terbang seperti dari Airbus dan F-16, dia mengaku masih banyak yang jauh lebih baik dari dirinya. Lama bermukim di lingkungan yang sangat menghargai ketokohan dan personality setiap orang, Habibie mendefinisikan jika ingin dihargai maka yang diperhatikan orang lain adalah sikap yang tak berubah terhadap lingkungan.

Menurutnya status, jabatan, dan prestasi bukan alasan untuk berubah terhadap lingkungan. Itulah sebabnya, ketika sudah menjadi RI-1 sikap Habibie terhadap lingkungan tetap tidak berubah. Malah semakin menampakkan watak aslinya, misalnya tidak mau diam dan bergerak sesuka hati padahal sudah ada aturan protokoler yang harus dipatuhi. Terngianglah saat itu singkatan Habibie sebagai “Hari-hari Bikin Bingung”. tsl/ht

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia

Thursday, December 25, 2008